Rabu, 18 April 2012

Mogok Karena Gelap


Pada bulan Agustus 2011t , alat pembangkit listrik di satu komplek perumahan rusak selama 3 hari, dan selama itu penghuni perumahan- yang adalah karyawan sebuah perusahaan perkebunan- berada dalam kegelapan. Segala kegiatan rumah tangga dan kegiatan agamapun tidak dapat dilakukan pada malam hari. Apalagi pada saat itu bertepatan dengan bulan puasa bagi umat muslim. Rupanya entah disengaja atau tidak pihak management pun tidak segera bertindak memperbaiki. Keadaan itu tentu menggerahkan bagi masyarakat karena mereka tidak betah dan sangat tergangagu dengan kegelapan itu. Selanjutnya setelah bermusyawarah pada malam ketiga, akhirnya pada hari berikutnya seluruh karyawan ini mogok kerja, dan akan bekerja lagi setelah kegelapan itu dapat diaatasi oleh management. Anehnya setelah demo itu pihak management langsung memperbaiki dan hari berikutnya kegelapan itupun teratasi.
Kejadian ini menunjukkan ketidaknyamanan manusia itu sebenarnya hidup dalam kegelapan, manusi
a membutuhkan terang yang menerangi kehidupannya. Ia tidak bisa berlama-lama hidup dalam gelap dan tidak mau dikuasai kegelapan itu, mereka berontak menuntut penerangan. Saya kemudian  merenung, apakah manusia itu juga akan mogok kerja dan beraktifitas jika dirinya, hatinya, pikiranya dikuasai kegelapan? Apakah ia akan protes dan menuntut supaya kegelapan hatinya dan pikiranya itu segera lenyap, atau malah nyaman dalam keadaan itu? Banyak pelaku kejahantaon ketika di interogasi, mengatakan saya melakukannya (membunuh, merampok, mencuri dll) karena pikiran saya gelpa pada saat itu . Apakah artinya itu? Bukankan ia dikalahkan oleh kegelapan hatinya? Mengapa ia tidak berontak dan mogok menuntut dihapuskannya kegelapan itu dari dirinya? Apakah ia nyaman dengan keadaan itu hingga akhirnya melakukan kejahatan? Banyak orang Kristen pun demikian, mereka dikuasai kegelapan hatinya yang dinaungi kebencian, kejengkelan, dendam dan lain-lain. Hidupnya gelap tetapi tidak menuntut supaya kegelapan (benci, dendam, malas, dll) itu hilang, mereka tidak mengundang matahari untuk menghapus kegelapan itu.
 Dalam hal inilah Yesus berkata jika matamu gelap maka gelaplah seluruh tubuhmu, jadi jika terang yang ada padamu gelap betapa gelapnya kegelapan itu (Mat 6:23). Terang yang lenyap dari hati dan hidup kita yang membuat kehidupan kita begitu gelap hingga melakukan kejahatan. JIka masyarakat di perumahan dalam cerita di atas berontak karena hidup dalam gelap, tidak ada listrik. Bukankah kita harusnya berontak jika kita hidup tanpa Allah yang adalah sang Mentari hidup kita? Yesua Datang untuk menyinari   mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera." (Luk 1:79). Oleh karena itu dalam kegelapan hati, dan pikiran dan keadaan hidup datanglah pada Yesus tuntutlah terang menghalau kegelapan dan tanggalkanlah perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang (rom 13:12) sembari memperhatikan supaya terang yang ada pada kita tidak menjadi kegelapan.

Kegelapan tidak akan pernah menaungi kehidupan kita jika kita tidak menundukkan diri padanya. Kegelapan tidak akan pernah hinggap berlamalama dalam hidup kita jika kita segera menghalaunya. Kegelapan tidak akan kita buat menjadi alasan untuk berbuat jahat jika kita mogok beraktifitas saaat kegelapan itu ada.

Kegelapan bukan hal yang menakutkan jika kita menggunakan terang yang ada pada kita untuk menghalaunya. Amin

Pdt. Dirgos Lumbantobing

Tidak ada komentar: