Sabtu, 28 April 2012

Harapan membutakan penglihatan akan Tuhan

Wah busyet dah, kok pengahrapan membutakan pengliatahan akan Tuhan? Bukan kah pengaharapan justru mendekatkan kita pada Tuhan? Ah ini pasti ajaran sesat> bisa saja mengeluarkan argument seperti itu, ketika membaca judul diatas. Sepintas memang kita tidak akan setuju dengan judul diatas, tetapi demi menarik perhatian pembaca maka renungan kali ini dibuat agak beda, maklum pasaran pembaca baisanya agak cepat tertarik pada hal-hal yang aneh, secara kemasan atau apapun itu namanya.
Baiklah mari kita mulai membahas judul itu “ Harapan membutakan penglihatan akan Tuhan” alkisah  ketika Yesus sudah bangkit ( sebagaimana dikisahkan dalam Lukas 24:13-21), Ia berjalan-jalan menuju Emaus dan dalam perjalanan Yesus bertemu dengan dua orang murid yang sedang berbincang bincang tentang (atau sedang mempercakapkan) Yesus, kemudian Yesus nimrung dengan mereka, tetapi ada yang menghalangi mata mereka  sehingga mereka tidak bisa mengenal Dia, bahkan mereka memcemooh Yesus sebagai orang asing yang ketinggalan informasi tentang apa yang sedang hangat dipercakapkan di Yerusalem saat itu, yaitu peristiwa yang dialami Yesus yakni penyaliban dan kebangkitanNya. Bayangkan mereka memperbincangkan Yesus dihadapan Yesus dan mereka mencap Yesus sebagai orang yang tidak  tahu informasi actual..aneh bukan? pertanyaanya kok bisa ya mereka tidak mengenal Yesus, mereka bisa membicarakan tentang Yesus pada Yesus, mereka tahu tentang Yesus tapi tidak mengenal Yesus? Lanjutan dari cerita itu menyatakan bahwa mereka sesungguhnya mengharapkan Yesus sebagai pembebas ISRAEL secara politis dari bangsa Romawi, dan inilah pemahaman umum saat itu tentang MESIAS yang dipakai oleh IBlis menutup penglihatan orang yang percaya dan tidak percaya pada Yesus supaya mereka punya pemahaman yang salah dan pemahaman yang salah itulah menjadi dasar mereka berpengaharapan sehingga harapan mereka akan Yesus adalah harapan yang salah, itulah sebabnya ketika yesus mati disalibkan maka mereka sangat kecewa.
 Itulah yang terjadi pada kedua murid itu, meski mereka sering bersama dengan Yesus, tahu tentang Yesus tetapi mereka tidak mengenal Yesus, sehingga mereka juga berhasil dikelabui oleh Iblis dengan memakai pemikiran dunia tentang Mesias, akhirnya harapan mereka pupus dan kecewalah mereka. Dan ketika mereka begitu memusatkan perhatian pada kekecewaan itu –sekali lagi yang bersumber dari harapan yang salah- maka mereka akhirnya tidak bisa melihat dan mengenali Yesus, bahkan mencemooh Yesus. Perhatian yang berlebihan pada kekecewaan akan pupusnya harapan yang salah membutakan mata mereka akan Yesus. Inilah sebenarnya yang ingin ditunjukkan dari judul diatas, jadi bukan semua harapan membutakan kita pada Yesus, tetapi harapan yang bersumber dari pemahaman yang salah (baik salah pemahama pikiran dan salah pemahaman iman) menimbulkan kekecewaan berat yang parahnya membuat perhatian, pembicaran, dan pemikiran berpusat pada kekecewaan itu, dan tertutuplah hati, pikiran dan waktu untuk hal-hal baik yang lain termasuk kemampuan mengenali orang dan Tuhan. Oleh karena itu sudahkah setiap harapan kita berawal dari pemahaman yang benar, pemahaman iman yang benar juga? Atau apakah kita mampu menyerahkan kekecewaan kita pada Tuhan sehingga kita tidak terpuruk disana dan bisa melangkah kedepan dengan pikiran dan hati yang cerah, atau kita terpuruk dan membutakan pikiran dan penglihatan kita padaNYa…yang lebih penting lagi, apakah pengetahuan kita tentang Yesus dan kemampuan kita berbicara tentang Yesus sudah mengantar kita untuk menegenali Yesus dalam setiap kondisi??? mari merenung bersama!!
Pdt. Dirgos Lumbantobing

Tidak ada komentar: