Kamis, 10 Mei 2012

TIM SAR


Dan pada waktu itu pun Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dan akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung bumi sampai ke ujung langit (Markus 13:27)
Dalam setiap bencana alam yang terjadi, katakanlah Tsunami Aceh, Jepang, gempa bumi Padang, Jogja dll. Maka  Tim SAR akan memperoleh banyak pekerjaan. Tim SAR dipersiapkan dan dilatih untuk menolong korban bencana alam, mereka bertugas mengumpulkan manusia yang masih hidup ataupun mencari dan mengumpulkan jenazah para korban disegala penjuru ditempat kejadian. Namun tak dapat dipungkiri oleh karena keterbatasan manusia dan peralatan yang dimiliki tim SAR sering mengalami kesulitan dan tetap juga ada yang tidak dapat ditemukan (hilang). Mereka yang ditemukan masih hidup akan dikumpulkan di tempat penampungan, dan akan dilayani oleh tim lain yang akan memulihkan luka (Fisik, mental dll) mereka. Sembari menunggu ada keluarga yang akan menjemput mereka. Dan banyak anak-anak yang akhirnya harus masuk dan tinggal di Panti-Panti asuhan karena tidak memiliki keluarga lagi.

Rabu, 09 Mei 2012

Allah Yang Konsisten

                                                          (Yes 42: 9)
Hari minggu itu, setelah pulang sekolah Minggu pendeta Robert berbincang dengan  Fran bersama orang tuanya di pastori. Pendeta itu berkata bahwa si Fran ini akan jadi pendeta kelak, sebagai tanda keseriusan dan keyakinnya  pendeta membuat surat lengkap pakai kop surat gereja dan ditandatangani supaya ada tanda yang bisa dikenang dan dilihat Fran dan orang tuanya kelak. 15 tahun kemudia fran masuk kesalah satu sekolah teologia dan bertemu denhan pendeta Robert yang telah menjadi dosen di sekolah tersebut. Surat pendeta Robert ditempelkannya didinding kamar asramanya untuk menjadi pendorong semangat untuk menyelesaikan pendidikan dan mencapai hal-hal yang baru lagi. Kemudian ia ditahbiskan jadi pendeta 6 tahun kemudian. Fran dan orang tuanya melihat itu sebgai penggenapan “nubuatan” Pendeta Robert dan bersyukur atasnya. Pengenapan itu semakin yakin bahwa Allah akan menggenapi seluruh nubuatan dan janjiNya, jauh melebihi apa yang dilakukan oleh pendeta Robert. Dan tentu hal itu mendorongnya untuk menjadi pendeta yang betul-betul taat melayani, meberitakan firmanNya dan konsisten dalam imannya.

Senin, 07 Mei 2012

BERBALIK TOTAL


 (Yoel 2:13)
Dalam perjalanan menuju Pos kebaktian, serombongan pelayan dari kota yang akan melakukan bakti social,- Karena asyik ngobrol di atas sepeda motor- mereka menempuh jalan yang salah. Pendeta Chardi,  pimpinan rombongan merasa bingung karena jalan yang sedang mereka lalui terasa asing, tidak seperti jalan yang dilewatinya seperti biasa. Ia diskusi dengan pendampingnya tentang keadan itu dan memutuskan untuk berhenti sejenak dan bertanya pada orang yang kebetulan lewat dan memberitahukan jalan yang sesungguhnya. Seketika itu juga pendeta memutar balik  sepeda motornya yang diikuti oleh semua rombongan, kemudian menempuh jalan yang tepat dan mempercepat laju sepeda motornya supaya tidak telat sampai di tujuan.

Senin, 30 April 2012

Menggantungkan Iman pada kuasa yang tepat

 
 supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah
( 1 Kor 2:5)

Ketika  akan pindah ke tempat pelayanan yang baru, di daerah terpencil, Seorang pelayan diberangkatkan jemaat  dengan mengungkapkan keraguanya atas kesiapan dan kemampuan pelayan tersebut menghadapi kerasnya alam di daerah tersebut. “Amang kami ragu atas kesiapan amang berangkat kesana, amang tak akan mampu dengan kondisi kesehatan seperti ini menaklukkan alam sekeras itu, belum lagi fasiltas kesahatan tidak ada di sana, di tolak ajalah penempatan itu, kalau perlu kita demo saja supaya amang tetap disini. Lagi pula bagaimana dengan kami? Iman kami akan kering kalau ditinggal oleh amang”. Mendengar itu pelayan tersebut berkata: Satu sisi saya senang atas perhatian dan kekuatiran atas kesehatan dan kelemahan saya yang lain, tetapi bagi saya itu menjadi “kekuatan” untuk berangkat segera, karena dengan keprihatinan itu maka bapak/ibu akan mendoakan saya, menyerahkan saya pada kuasa Allah. Selain itu, dengan kelemahan ini maka saya akan semakin merendahkan diri serta mengabdikan diri serta pelayanan saya secara total pada kuasa Allah dan kehendakNya, karena keberhasilan pelayanan bergantung pada Kekuatan dan Kuasa Allah bukan kekuatan saya. Disisi lain saya juga merasa sedih atas respon terakhir “ iman kami akan kering kalau ditinggal”. Menyedihkan karena pertumbuhan iman bukan terletak pada penghotbah/pendeta tetapi pada kekuatan Roh Kudus.

Minggu, 29 April 2012

Makna “Unsur-Unsur Liturgi” GKPI.[1]


Pengantar
     Ada tiga keberadaan Gereja di dunia, yaitu: Gereja sebagai Organisasi Ibadah, Gereja sebagai Organisasi Kemasyarakatan dan Gereja sebagai Organisasi Badan Hukum. Gereja sebagai Organisasi Ibadah maksudnya bahwa seluruh kegiatannya adalah suatu ibadah yang meliputi penyembahan, pujian, doa-doa, pengucapan syukur, persembahan, dsb, yang tertata di dalam “unsur-unsur” liturgi Gereja.
     Unsur-unsur liturgi inilah yang akan dijelaskan melalui tulisan singkat ini. Dengan harapan kita akan  memiliki satu pemahaman dan satu perilaku beribadah yang benar dan berkenan selaku “Persekutuan Orang-Orang kudus”-nya Allah yang Mahakudus.  Ibadah bukan untuk menyenangkan hati manusia tetapi Allah, Ibadah bukan pula suatu hiburan tetapi pujian dan persembahan. Ibadah merupaakan persekutu Allah dalam Kristus dengan manusia atas dasar Iman. Dalam hal ini harus dipahami bahwa Ibadah merupakan pelayanan Allah pada manusia dan respon manusia pada pelayanan Allah tersebut, bukan sebaliknya manusia melayani Allah. Oleh karena itu : Allah-iman-Kristus merupakan tiga pokok penting dalam

Tenang dalam deru ombak



Dari pada suara air yang besar, dari pada pecahan ombak laut yang hebat, lebih hebat TUHAN di tempat tinggi (Mazmur 93:4)
Pak Kalotok duduk dengan tenang tatkala seluruh penumpang didalam kapal penyebrangan itu ribut dan panic kesana-kemari. Keceriaan penumpang ketika menikmati keindahan daerah danau toba itu, seketika sirna karena gelombang danau membesar disertai deru angin yang kencang, air mulai masuk kebagian bawah kapal dan mesin kapal pun mati. Saat itu kapal hanya terombang ambing, menemani perasaan dan pikiran penumpangnya yang terombang-ambing juga. Banyak penumpang berteriak, menyalahkan awak kapal, ada yang berdoa nyaring sambil gemetar, Pak Kalotok duduk dengan tenang. Seorang penumpang marah

Sabtu, 28 April 2012

PECUNDANG ATAU PEMENANG!

 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya (Ibrani 4:16)
Sudah 3 hari setelah Yuli Supanji -seorang karyawan perkebunan- mendapat surat peringatan ke tiga atas kesalahan yang dilakukannya. Surat peringatan itu mengharuskan dia mengahadap General Manajer perkebunan tersebut paling lama 3 hari setelah menerima surat itu, kalau tidak ia dianggap menundurkan diri secara sepihak. Itu artinya hari ini, hari terakhir baginya. Selama 3 hari ini Yuli dilanda ketakutan yang mendalam sekaligus penyesalan atas kesalahan yang dia lukukan. Ia takut akan kemarahan bosnya dan takut dipecat dan tidak bisa lagi menafkahi anak dan istrinya. Ditengah kecamuk jiwa itu, ia berusaha mengumpulkan keberanian menghadap pimpinananya itu, tapi sampai hari ketiga berlalu ia tidak memiliki cukup keberanian mengahadap, karena ia merasa tidak layak, tidak kuat mendengar kemarahan bos dll, dan akhirnya ia pun keluar dari perusahaan itu Sebagai “PECUNDANG!!